Senin, 04 Agustus 2014

Aku tidak mengerti

Aku sama sekali tidak mengerti apa yang ku rasakan. Semuanya sangat tidak masuk akal. Ya, karena itu kamu menggunakan hati. Tak ada yang benar-benar sesuai akal dan jalan manusia bila kita menggunakan otak. Aku kerap heran, apa yang sebenarnya terjadi padaku.
Ia membenciku sangat. Tetapi aku masih bisa begitu menyayanginya dan ingin ia berbahagia. Alasan ia membenciku? Tak butuh alasan untuk Benci dan Cinta. Keduanya adalah Hitam dan Putih, Yin dan Yang. Selalu bersamaan dan bersatu. Flavor -Rasa

Aku pagi ini terbangun dengan ingatan akan kemarin Senin dan Minggu. 
Minggu ia datang marah padaku, dan memintaku -lagi- pergi menjauh dari hidupnya. Aku sudah melakukan itu, hanya bercakap dengan adiknya, bukan dirinya? Tetapi setelah aku mendiskusikan dengan Si Mata Hitam  ia mengatakan hal sederhana yang lagi-lagi memukulku.

Seperti kamu, tidak ingin orang yang kamu benci mendekati orang yang kamu sayangi.
Baiklah, aku terdiam. Tak perlu ada pertanyaan lagi. Membiarkan mereka menjaga orang yang mereka sayangi adalah hal sulit.

Selanjutkan adalah perubahan, manusia dan hatinya adalah hal yang selalu berubah-ubah, hal ini selalu berbanding lurus dengan Sang Waktu. Jadi tak aneh bila semua atau hal yang sama, ditempat yang sama, dengan orang yang sama, bisa memiliki hal berbeda.


Rasanya ingin bilang, maka dari itu janganlah percaya dengan siapapun. Tetapi itu sangat melanggar sebuah kalimat menarik ; Bila kamu Tidak Percaya, bagaimana kamu mendapatkannya.

Itu sangat benar.

Jadi semua memiliki kesempatan dan selalu ada kesempatan, hanya bagaimana kita berfikir pintar serta cerdas dalam setiap kesempatanya saja.

Selanjutnya, ingatkan aku hal-hal yang perlu ku tulis. Kadang alurnya aneh. 
Bila aku ingin menulis sesuatu, aku kadang lupa. Bila aku melajutkan sesuai alur, yang sedang ingin ku tulis =yang datang secara tiba-tiba, akan hilang dan bila aku menulis yang datang tiba-tiba, aku malah lupa apa yang ingin aku tulis sesuai alur.


Bodoh. 

Ah ya, aku bermimpi lagi malam ini tentang dia. Sungguh aku lelah dan aku tak mengerti. Aku ingin diapun sama berhentinya denganku. Sama-sama keluar dari semua ingatan atau memori, tetapi bila aku menekan itu pergi ia semakin tak mau. Jadi aku harus membiarkannya berkeliaran disana sampai ada yang bisa memberikan kenangan-kenangan baru. Menyedihkan.

Semua tentang rasa itu begitu rumit ya, aku malas bermain dengan mereka. Tapi yang aku tahu, dengan rasa kita merasa hidup dan kita tak akan menjadi hidup tanpa rasa. Sebenarnya bukan ini, aku ingin bertanya tentang oh bagaimana menyebalkannya memiliki rasa yang seperti ini.

Kamu menyayanginya secara tulus tetapi ia membencimu dan berfikir negatif akanmu -dan itu yang hampir selalu terjadi padaku. Lalu kamu ingin tak lagi bisa menyayanginya tetapi kamu sadar bahwa kamu terlalu setia untuk tidak mencintai seseorang.
Menyiksa tetapi itulah, keSetian kadang disia-siakan oleh orang. Ingat saja, karma selalu bisa mengetuk setiap pintu.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar