Entahlah aku berfikir sejenak. Kebosanan ini membuatku jenuh dan berfikir. Sebenarnya apakah kita butuh musuh?
Dan bila butuh musuh yang bagaimana yang harus kalian butuhkan?
Musuh kau anggap, tetapi ternyata dia diam-diam selalu mendoakan kebahagiaanmu?
Musuh yang aku benci dan kau caci, tetapi dialah yang selalu berdoa untuk keberhasilanmu?
Musuh yang kau tak ingin lihat, tetapi dialah yang selalu berharap bisa melihat senyum ceriamu?
Kadang, musuh itulah sebenarnya malaikat untuk kita. Sedangkan orang yang kita selalu anggap, teman atau Sahabat malah sebenarnya musuh yang diam.
Tetapi berbicara kejam dibaliknya.
Hebatnya, hampir 78 % manusia tidak menyadarinya dan 17% tidak mau tahu.
Yang mereka tahu, mereka bisa bersenang-senang sebanyak-banyaknya bersama, tetapi lupa bila jatuh mereka ditinggal.
Jadi sebenarnya bagaimana musuh yang kita butuhkan? Bagaimana sahabat yang kita cari?
Yang bisa menerima kita apa adanya?
Salah besar.
Sangat salah.
Tidak benar karena berarti, ia tidak akan membawamu pada kebaikan dan perubahan.
Karena sahabat dan musuh yang baik adalah mereka yang menjadikan kamu mengerti dan belajar. Berfikir dan menelaah sebenarnya apa yang kalian butuh dan inginkan. Karena musuh yang baik adalah musuh yang tersenyum dan membuatmu sadar.
Tetapi benarkah itu? Bagaimana menurutmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar