Jumat, 08 Agustus 2014

Kalian tahu? Gila!

Aku merasa amat sangat bodoh saat ini. Sungguh. Hatiku tidak membenci. Tidak. Mencoba tidak lebih tepatnya tetapi aku selama ini terjebak dalam satu ruang kebodohan tanpa batas. 
Hal paling biasa yang terjadi tetapi ini sungguh-sungguh terjadi. Aku malas. Aku terlalu malas untuk mengerti hal seperti ini. 
Kalian tahu? Lelah dibohongi. Harusnya aku memang tidak menggunakan hatiku, aku kecewa. Aku kecewa pada hal yang ku sayang dan banggakan. Hal yang merenggut hampir semua perhatianku. Aku ditipu dengan jelas dan aku lebih bodoh lagi karena baru menyadarinya setelah seseorang mengatakannya dengan jelas padaku.
Aku bodoh.
Oh ya tentu saja. Masih terlalu polos.
Pemula dan percaya.
Kegilaan fiktif akan hal-hal tak berdimensi.

Aku baru sadar, harusnya aku lebih cermat dan dini.
Seperti aku biasanya yang tanpa hati.
Tak terlalu penasaran. Ya, penasaran yang membawaku kembali pada hujung perapian.
Perberhentian terakhir.
Sebuah jurang.
Tetapi aku terlalu sayang, aku tak bisa menyakitinya.
Aku hanya membiarkannya dengan doa, Tuhan tahu apa yang terbaik untuknya.
Luka ini perih karena semua yang ia katakan berbalik menyerang.
Persetan dengan kebenaran yang kau sendiri campakan.
Jujur.
Percaya.
Itu tak pernah ada.
Hanyalah ucapan para pembual.
Karena mereka tak pernah menyentuhnya.
Aku rehat. Aku berhenti.
Menunggu yang tak tergapai lebih baik dibanding menunggu bajiangn ulung yang berpesta.
Aku sudah cukup. Selesai. Terimakasih.
Cinta? Kosa kata tak bermakna kini. Hanya suatu kenikmatan dusta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar